Aktivitas Air

RENANG




A. Pengertian serta Asal Usul Renang

Olahraga renang sangat berbeda dengan olahraga yang lain karena gerakannya pada air. Gerakan manusia di daratan umumnya di posisi tegak maupun vertical sangat dipengaruhi oleh daya tarik bumi, sedang perenang bergerak pada air dengan posisi horizontal bawahnya pengaruh daya tarik bumi yang dikuraangi daya tekanan air ke atas.

Renang adalah olahraga yang menyehatkan, sebab hampir semua otot tubuh bergerak sehingga seluruh otot berkembang dan kekuatan tubuh perenang meningkat.

Olahraga renang ini dimulai semenjak abad 19 di Landon, kisaran 1837, hanya ada 6 kolam di kota tersebut. Baru sekitar tahun 1800, orang-orang jerman dan austria mendirikan kolam-kolam renang. Sejak saat itulah renang dimasukan sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah-sekolah ketentaraan. Salah satu bintang renang pada waktu itu adalah Frederik Cavell  dari Inggris.

Pada tahun 1908, saat berlangsungnya Olimpiade, orang-orang telah berani mengarungi lautan dan menyeberangi sungai-sungai yang besar hanya dengan rakit. Kolam renang yang pertama kali dibuat di Indonesia, yaitu di Chihampelas, Bandung pada tahun 1904. 

Pada tanggal 24 Maret 1951 berdirilah Perserikatan Berenang Seluruh Indonesia yang disingkat PBSI dengan ketuanya Poerwosoedarmo. Kemudian pada tahun 1952, PBSI diterima menjadi anggota FINA (Organisasi renang dunia). Pada tahun 1957, PBSI diubah namanya menjadi PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia).

B. Latihan Renang Gaya Bebas

Gaya bebas adalah gaya yang dilakukan perenang, selaim gaya daya, gaya kupu-kupu, gaya punggung, dan ketika perenang sudah sampai ujung kolam. Gaya bebas menyerupai cara berenang seekor binatang, oleh sebab itu disebut crawl yang artinya merangkak.

Gerakan asli dari gaya ini adalah menirukan gerakan anjing berenang atau dikenal dengan renang gaya anjing (dog-style). Gaya bebas ini disebut juga gaya rimau, yang berasal dari kata "harimau".

Gerakan gaya bebas pertama kali adalah crawl  Australia, yang dilakukan denga dua kali gerakan lengan dan disertai dua kali gerakan kaki. Teknik-teknik renang gaya bebas sebagai berikut:

1. Latihan Posisi Badan

a. Teknik posisi badan

Teknik gerakan posisi badan renang gaya bebas dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

b. Bentuk latihan posisi badan/meluncur

1) Latihan terapung terlungkup 

Cara melakukan latihan tersebut sebagai berikut:

a) Berdirilah dengan kedua lengan di samping badan kolam renang sedalam dada.

b) Ambil nafas sedalam-dalamnya dan bengkokkan badan ke depan, kedua tangan menempel pada paha.

c) Masukkan muka de dalam air sampai kedua telinga tertutup air,

d) Biarkan kedua tangan turun dari paha ke betis.

e) Lakukan sikap terapung dengan posisi kedua lengan dan tungkai menggantung seperti ubur-ubur.

f) Angkat kepala ke atas agar kedua kaki menyentuh lantai. 

2) Latihan meluncur dengan pelampung

Cara melakukannya, sebagai berikut:

a) Pada kedalaman kolam setinggi dada, peganglah ujung pelamppung dengan kedua tangan. Ambil napas sedalam-dalamnya dan tolakkan kedua kaki pada dinding kolam ke arah depan, sehingga tubh membentuk posisi lurus terapung di permukaam air. Luruskan kedua tungkai ke belakang.

b) Apabila mampu melakukan posisi ini selama 20 detik, lanjutkan latihan berikutnya. Untuk dapat berdiri kembali pada posisi semula, tekan pelampung, angkat kepala ke atas, dan turunkan kaki ke bawah, serta lanjutkan ke posisi berdiri.

3) Latihan meluncur tanpa pelampung 

Cara melakukannya, sebagai berikut:

a) Pada kolam setinggi dada, berdiri menghadap tepi dengan jarak kira-kira dua meter. Luruskan kedua lengan ke depan, masukkan muka ke dalam air, dan tolakkan kedua kaki ke dinding kolam hingga meluncur ke depan.

b) Apabila sudah mampu melakukan tugas itu pada jarak 3 meter, lakukan latihan ini tetapi dimulai dari dorongan kaki ke dinding, hingga mampu melakukan luncuran sejauh lebih kurang 6 meter.

2. Latihan Gerakan Kaki

a. Teknik gerakan kaki

Gerakan kaki pada renang gaya bebas berperan sebagai tenaga pendorong/penggerak dan terutama sebagai pengatur keseimbangan tubuh. Latihan gerakan kaki dilakukan di kolam dangkal. Teknik gerakan kaki renang gaya bebas dapat dilihat pada gambar-gambar berikut ini.

1) Sikap permulaan:

a) Kedua lengan bertumpu pada lantai kolam tegak lurus dengan tubuh, jari-jari tagan menunjuk ke depan. Kedua tangan berpegangan pada tepi kolam.

b) Tubuh dan kedua kaki lurus ke belakang sejajar dengan permukaan air.

c) Kepala atau muka menghadap ke depan.

2) Gerakannya:

a) Gerakan dimulai dari panggul dan berakhir dengan gerakan kibasan pergelangan kaki.

b) gerakan kaki ke atas dilakukan dengan lemas dan jangan terlalu tinggi, tetapi cukup dekat pada permukaan air.

c) Gerakan kaki ke bawah dilakukan agak kuat, terutama gerakan pergelangan kaki. Jarak antara kedua ujung kaki yang ke atas dan yang ke bawah ± 25 - 40 cm.

b. Bentuk-bentuk latihan gerakan kaki

1) Gerakan dasar menendang sambil duduk di pinggir kolam

2) Gerak menendang sambil meluncur

3) Gerak dasar menendang dan bernapas dengan pelampung.



(a) Lakukan gerakan kaki gaya bebas seperti yang sudah dijelaskan sambil duduk di pinggir kolam.

(b) Perhatikan poros gerakan, lutut, sendi kaki, dan pungggung kaki agar sesuai dengan teknik yang diharapkan.

(c) Lakukan gerak menendang sambil meluncur yang dimulai dari dorongan kaki ke dinding kaki.

(d) Apabila sudah mampu melakukan gerak dasar menendang dengan menempuh jarak 6 - 7 meter tanpa mengambil napas, maka sudah dapat dikatakan berhasil.

3. Latihan Gerakan Lengan

a. Teknik gerakan lengan

Gerakan lengan pada renang gaya bebas berperan sebagai tenaga pendorong/penggerak di samping sebagai pengatur keseimbangan tubuh. Latihan gerakan lengan dilakukan di kolam dangkal. Teknik gerakan lengan sebagai berikut:
1) Sikap permulaan:
a) Berdiri kangkang, badan dibungkukkan ke depan hingga rata dengan permukaan air, kedua lengan menjulur ke depan.
b) Kepala atau muka menghadap ke depan di atas permukaan air.
2) Gerakannya:
a) Gerakan lengan pada gaya bebas dibagi dalam dua gerakan, yaitu gerakan menekan dan gerakan kembali ke posisi semula.
b) Satu lengan dengan jari-jari tangan rapat menekan ke bawah melalui garis tengah badan, dan kemudian lengan mendorong air ke belakang dan ke atas menuju ke sisi tubuh.
c) Siku dikeluarkan terlebih dahulu dari dalam air sementara tangan masih berada di dalam air melakukan gerakan mendorong air ke belakang dan ke atas.

 

b. Bentuk-bentuk latihan gerakan lengan
1) Meluncur sambil melakukan gerak dasar lengan
a) Pada latihan ini konsentrasi dilakukan pada gerak menarik dan mendorong air secara penuh, dari depan sampai paha, sementara tangan berada di bawah badan kira-kira 15 cm.
b) Latihan dapat dilakukan dengan beberapa variasi gerakan, antara lain:
(1) Sebanyak mungkin melakukan gerakan tangan dalam satu luncuran.
(2) Pelampung dipasang pada tungkai dan hanya melakukan gerakan tangan saja.
(3) Aktivitas belajar yang sama dengan menggunakan kacamata air.

(4) Lihat gerakan bahu pada setiap gerakan kedua.

4. Latihan Peranapasan

a. Teknik gerakan pernapasan

Teknik gerakan mengambil napas sebagai berikut:

1) Sikap permulaan:

Berdiri kangkang di kolam dangkal dengan membungkukkan tubuh rata dengan air, muka menghadap ke depan di antara kedua lengan yang diluruskan ke depan.

2) Gerakannya:

a) Pernapasan dilakukan dengan memutar kepala ke kiri atau ke kanan, sehingga mulut berada di atas permukaan air untuk mengambil udara.

b) Gerakan ini dilakukan bersamaan ketika lengan yang searah dengan arah putaran kepala berada di belakang samping tubuh.

c) Latihan pernapasan ini dikombinasikan dengan gerakan lengan agar dapat mengatur irama pengambilan napas.

d) Pengambilan udara dilakukan dengan mulut untuk menghindari masuknya air ke hidung dan mempersingkat waktu pengambilan udara karena harus dilakukan dengan cepat.


b. Bentuk-bentuk latihan gerakan pernapasan

1) Variasi gerak dasar mengambil napas

Cara melakukan variasi gerak dasar mengambil napas sebagai berikut:

a) Lakukan aktivitas belajar seperti pada gambar, dengan tangan gerak meluncur sambil menggunakan pelampung.

b) Lakukan aktivitas belajar seperti pada gambar, tanpa pelampung.

c) Lakukan aktivitas belajar seperti pada gambar, tetapi lebih menekankan pada penguasaan irama pengambilan napas.

d) Lakukan aktivitas belajar seperti pada gambar, sambil menggerakan kaki, sementara pelampung dipegang.

5. Latihan Koordinasi Gerakan

Latihan koordinasi gerakan renakan gaya bebas adalah latihan yang memadukan semua unsur gerakan pada renang gaya bebas, mulai dari gerakan meluncur yaang dilanjutkan dengan gerakan kaki, lengan, dan pernapasan sehingga terwujudlah suatu gerak berenang gaya bebas yang baik. Yang terpenting pada latihan koordinasi ialah pengaturan keseimbangan dan tenaga penggerak atau pendorong.

Pada gaya bebas ada beberapa macam gerakan koordinasi yang dihitung dari berapa kali gerakan kaki (pukulan) dalam suatu gerakan lengan kiri dan kanan. Ada penerangan menggunakan 2 kali pukulan, 4 kali pukulan, 6 kali pukulan, dan 8 kali pukulan. Akan tetapi, pada saat ini umum  digunakan 6 kali pukulan, artinya ada tiga kali gerakan kaki ke atas dalam satu kali gerakan lengan.




C. Latihan Renang Gaya Dada


1. Latihan Renang Gaya Dada

Tenang gaya dada sering juga disebut renang gaya katakan, karena mirip sekali dengan gerakan katak pada waktu berenang. 

Perbedaan nya, pada manusia sikap meluncurnya dilakukan dengan kedua kaki dan tangan lurus, sedangkan pada katak hal ini tidak di jumpai. 

Pada abad ke-19, gaya dada sudah diajarkan dan diperlombakan di sekolah-sekolah, termasuk sekolah militer, sehingga dikenal dengan nama gaya sekolah atau shcoolslag

a. Latihan gerakan tubuh

Cara melakukan gerakan tubuh renang gaya dada adalah sebagai berikut:

1) Seluruh anggota badan rileks, maksudnya agar jangan sampai mengeluarkan tenaga yang tidak ada gunanya, serta mempermudah membuat sikap badan terapung di permukaan air. 

2) Badan harus se horizontal mungkin agar tekanan terhadap air mengecil. 

3) Sewaktu meluncur ke depan, badan relatif datar, kepala kira-kira 80% dalam air, dengan muka agak terangkat sedikit ke depan. 

b. Latihan gerakan kaki

Ada dua terori mengenai gerakan kaki, yaitu sebagai berikut:

1) Teori gerakan baji

Teori ini dikembangkan oleh Davis Dalton pada tahun 1970. Ia menyatakan bahwa gerakan maju atau meluncur ke depan diperoleh dari gerakan kaki karena meluruskan atau menyentakkan ke dua kaki dengan kuat. 

Akibat dari gerakan itu air ditekan antara kaki-kaki dan mendorong badan maju. 

Teori ini bertentangan dengan teori Hukum Aksi Reaksi Newton, yang menyatakan gerakan maju ke depan (meluncur ke depan) akibat dari desakan kebelakang. Teori Banji sudah jarang dilakukan lagi. 

2) Teori gerakan cambuk

Teori ini pertama kali dilakukan oleh Chet Jastremski pada tahun 1961. Teori ini menyatakan bahwa gerakan maju atau meluncur ke depan diperoleh dari gerakan kaki, berupa gerakan mendesak air ke belakang dengan telapak kaki. 

Teori ini berdasarkan pada teori Hukum Reaksi Newton. Sampai sekarang teori ini masih dikembangkan dimana-mana. 

Cara melakukannya latihan teori gerakan mencambuk sebagai berikut. 

                                     


3) Bentuk latihan gerakan kaki

a) gerakan kaki dengan posisi terlentang

(1) belajar gerak dasar kaki gaya dada sambil duduk di pinggir kolam. 

(2) Belajar gerak dasar kaki sambil berdiri di pinggir menghadap kolam. 

(3) Belajar sambil berdiri di pinggir menghadap kolam, namun sambil dipegang sebagai bebannya.

(4) Belajar gerak dasar kaki gaya dada sambil terapung terlentang dan memegang pelampung di kolam. 

Gambar. Bentuk latihan gerakan kaki dengan posisi terlentang

b) Latihan gerakan kaki di tempat

(1) Latihan gerakan kaki gaya dada sambil memegang dinding kolam. 

(2) Seperti latihan (1), tetapi menggunakan tahanan kaki yang dipegang. 

Gambar. Bentuk latihan gerakan kaki di tempat

c. Latihan gerakan lengan

Pada prinsipnya, gerakan lengan gaya dada dapat dibagi menjadi dua, sebagai berikut:

1) Gerakan menarik

Cara melakukannya:

a) Menarik kedua telapak tangan ke luar (ke samping sampai berjarak kira-kira 30 cm satu sama lainnya)

b) Bengkokkan kedua siku sedikit dan lengan bagian atas diputar sekedarnya, kemudian tariklah kedua telapak tangan ke belakang dengan kuat sampai segaris dengan bahu.

c) Putaran kedua telapak tangan ke arah dalam, sampai kedua telapak tangan bertemu di bawah dada. Kedua siku mengikuti rapat di bawah dada.

2) Gerakan istirahat

setelah kedua telapak tangan dan kedua siku rapat di bawah dada, selanjutnya kedua tangan tersebut didorong ke depan lurus. Usahakan kedua tangan rileks dan dalam posisi horizontal. Gerakan ini merupakan saat istirahat untuk lengan.

3) Teknik gerakan lengan

d. Latihan gerakan mengambil dan mengeluarkan napas

Gerakan ini dilakukan pada akhir pull dari gerakan lengan, yaitu pada saat tangan siap didorong ke depan, kepala diangkat sampai batas mulut ke luar permukaan air, dan segera menghirup udara melalui mulut dan hidung.

Pada saat menghirup udara, badan harus tetap diusahakan pada posisi horizontal dan bahu jangan sampai kelaur dari permukaan air.

Mengeluarkan udara (napas) dilakukan pada saat recovery  lengan, yaitu pada saat tangan di dorong ke depan lurus, mulut dan hidung masuk ke permukaan air. Segera setelah itu udara dilakukan sedikit demi sedikit melalui mulut dan hidung.

e. Latihan gerakan koordinasi

Koordinasi gerakan keseluruhan renang gaya dada ialah koordinasi antara gerakan kaki, gerakan lengan, dan gerakan pengembalian napas.

 

C. Perlombaan Renang

1. Start Renang Gaya Dada

Perombaan renang dimulai dengan start. Sikap start untuk gaya dada, gaya bebas, dan gaya kupu-kupu dilakukan dengan berdiri di atas balok start dengan badan dibungkukkan ke muka dan kedua lutut ditekuk. 

Sedangkan renang gaya punggung dilakukan di dalam air, menghadap ke dinding, dan kedua tangan memegang setang atau pegangan start gaya punggung. Kedua lutut ditekuk di antara kedua lengan, dan kaki bertumpu pada dinding kolam dalam air.

Start untuk gaya bebas, gaya dada, dan gaya kupu-kupu hampir sama, perbedaannya merapat pada sudut masuknya dalam air. Sudut masuknya ke air untuk gaya bebas dan gaya kupu-kupu kira-kira 15 derajad, sedangkan untuk gaya dada, masuknya lebih tajam, yakni sekitar 20 derajat. Ini memungkinkan perang masuk ke dalam air lebih dalam, dan ada dada, posisi lebih baik untuk melakukan tarikan lengan dan kaki yang panjang sebelum muncul ke permukaan air.

Teknik gerakan start gaya dada sebagai berikut:

a). Dengan sikap melakukan start, kedua ujung jari kaki dikaitkan pada bibir balok start, lakukan sikap membungkuk dengan kedua lengan berada lurus ke belakang, dan pandangan mata diarahkan lurus ke depan.

b). Bugkukkan tubuh mendekati air dengan sikap lengan diayun ke belakang.

c). Ayunan lengan bergerak ke depan sehingga tubuh terdorong maju.

d). dengan dorongan ayunan itu, tubuh condong ke permukaan air.

e). Sikap tubuh yang akan jatuh dibantu tumpuan telapak kaki, dan badan mulai lepas landas.

f). Saat tubuh melayang, lengan dan kaki diusahakan dalam sikap yang lurus.

g). Sikap tubuh lurus ketika masuk permukaan air.

Pembalikan Renang Gaya Dada

Teknik pembalik renang gaya dada sebagai berikut:

  • Kedua lengan perenang menyentuh dinding, serentak, dan sama tinggi.
  • Satu tangan lepas dari dinding, pantat dan kaki yang sudah ditekuk diputar.
  • Kedua tangan lepas dari dinding, dan kedua kaki menolak dengan kuat dari dinding.
  • Setelah mendorong, kepala ada di antara kedua lengan dan perenang tenggelam di bawah permukaan air.
  • Setelah tarikan tangan, mulai dengan lengan-lengan yang hampir lurus dan menarik langsung ke samping dalam suatu garis yang sejajar degan permukaan air.
  • Lengan-lengan mulai menekuk pada siku-siku ketika tangan agak menurun, lengan dan siku hampir setinggi bahu.
  • Siku menekuk ketika kedua tangan saling mendekat. Kepala rendah dalam usaha agar badan tidak naik ke permukaan.
  • Kedua tangan hampir saling bersentuhan ketika tekukan siku melebihan 90 derajat. Setalah itu, kedua tangan akan mempercepat ke arah belakang dalam suatu gerakan serupa sabetan yang cepat ketika siku-siku diluruskan.
  • Kedua siku hampir lurus sepenuhnya dan perenang siap untuk mendorong air ke atas dengan telapak tangannya.

2. Start Renang Gaya Bebas

Perombaan renang dimulai dengan start. Sikap start untuk gaya dada, gaya bebas, dan gaya kupu-kupu dilakukan dengan berdiri di atas balok start dengan badan dibungkukkan ke muka dan kedua lutut ditekuk. 

Sedangkan renang gaya punggung dilakukan di dalam air, menghadap ke dinding, dan kedua tangan memegang setang atau pegangan start gaya punggung. Kedua lutut ditekuk di antara kedua lengan, dan kaki bertumpu pada dinding kolam dalam air.

Start untuk gaya bebas, gaya dada, dan gaya kupu-kupu hampir sama, perbedaannya merapat pada sudut masuknya dalam air. Sudut masuknya ke air untuk gaya bebas dan gaya kupu-kupu kira-kira 15 derajad, sedangkan untuk gaya dada, masuknya lebih tajam, yakni sekitar 20 derajat. Ini memungkinkan perang masuk ke dalam air lebih dalam, dan ada dada, posisi lebih baik untuk melakukan tarikan lengan dan kaki yang panjang sebelum muncul ke permukaan air.

Teknik gerakan start gaya bebas sebagai berikut:

a). Dengan sikap melakukan start, kedua ujung jari kaki dikaitkan pada bibir balok start, lakukan sikap membungkuk dengan kedua lengan berada lurus ke belakang, dan pandangan mata diarahkan lurus ke depan.

b). Bugkukkan tubuh mendekati air dengan sikap lengan diayun ke belakang.

c). Ayunan lengan bergerak ke depan sehingga tubuh terdorong maju.

d). Dengan dorongan ayunan itu, tubuh condong ke permukaan air.

e). Sikap tubuh yang akan jatuh dibantu tumpuan telapak kaki, dan badan mulai lepas landas.

f). Saat tubuh melayang, lengan dan kaki diusahakan dalam sikap yang lurus.

g). Sikap tubuh lurus ketika masuk permukaan air.

Pembalikan Renang Gaya Bebas

Pada renang gaya bebas dikenal ada tiga macam pembalikan, yaitu pembalik biasa, pembalikan salto ke belakang, dan pembalikan salto ke depan. Teknik pembalikan renang gaya bebas sebagai berikut:

1) Pembalikan gaya bebas tanpa salto

  • Salah satu lengan tiba di dinding kolam, kaki ditarik mendekati dinding kolam.
  • Kedua belah kaki tiba pada dinding kolam, salah satu lengan dalam sikap menyamping, sedangkan lengan yang satu tetap lurus.
  • Serentak dengan tolakan kedua belah kaku dari dinding kolam, kedua lengan siap diluruskan ke depan.
  • Bersamaan dengan kaki depan lepas landas, kedua lengan sudah berada lurus di depan, walupun masih dalam posisi menyamping.
  • Kemudian dorong tubuh dengan tolakan kaki yang kuat.

D. Penyelamatan di Air

1. Hakikat Penyelamatan di Air

Olahraga renang merupakan olahraga yang menyenangkan. Akan tetapi, kita harus waspada terhadap bahaya di air uang timbul dari diri sendiri. Penyebabnya antara lain panik, gugup, sulit bernapas, kejang otot, dan adanya ombak.

Setiap orang hendaknya mampu mengendalikan diri terhadap kemungkinan terjadinya kecelakan di air. Kemampuan mengatasi kecelakan di air merupakan hal yang penting. Hal ini merupakan langkah awal sebagai usaha menghindarkan bahaya di air.

Pada umumnya, bahaya kecelakaan di air adalah ketika korban tidak dapat bernapas lagi akibat adanya air yang masuk ke dalam saluran pernapasan. Ketika mulut dan hidung korban kemasukan air, maka kemungkinan proses pernapasannya akan terganggu. Korban akan mengalami kesulitan bernapas dan akan berakibat fatal. Untuk itu kita harus mengetahui dasar-dasar penyelamatan di air untuk mengantisipasi kecelakaan di air.

2. Usaha Penyelamatan di Air

Hal-hal yang harus diperhatikan untuk menjaga keselamatan diri di air antara lain:

a. Mempelajari kemampuan berenang dengan baik. Setidaknya mampu untuk menyelamatkan diri sendiri jika terjadi bahaya saat di air.

b. Jangan berenang sendiri. Hendaklah berenang bersama orang lain yang memang mampu atau mempunyai keahlian memberikan pertolongan jika diperlukan.

c. Berenang di tempat atau daerah yang memang diperbolehkan menurut peraturan yang ada.

d. Berusaha mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku di kolam renang/pantai.

e. Berusaha mempelajari cara-cara praktis memberikan pertolongan atau penyelamatan diri bila terjadi kecelakaan.

f. Memahami bagaimana cara memberikan pertolongan pernapasan buatan.

g. Mengetahui kemampuan diri dan jangan sekali-kali mencoba di luar batas kemampuan.

h. Mematui instruksi gurru saat ikut dalam kegiatan olahraga air.

i. Berusaha meminta pertolongan, jika sangat membutuhkan pertolongan.

3. Pertolongan Kecelakaan di Air

Sering kali menjadi bingung jika salah seorang teman atau keluarga terancam bahaya tenggelam. Gugup akan makin menjadi, bahkan berkembang menjadi panik karena tidak ada satupun yang sanggup memberi pertolongan dan umumnya berdalih tidak bisa berenang. Cara memberikan pertolongan kepada korban tenggelam antara lain:

a. Memberi pertolongan dengan jangkauan


1) Pertolongan dengan jangkauan dek

2) Pertolongan dengan jangkauan turun tangga

3) Pertolongan dengan jangkauan melalui kaki

4) Pertolongan jika korban jauh dari jangkauan

5) Pertongan dengan menggunakan ring pelampung

6) Pertolongan dengan menggunakan ban

7) Pertongan dengan menggunakan alat jangkauan

b. Teknik dasar pertolongan

Untuk memberikan pertolongan di air dan cara masuk ke permukaan air ada 4 macam. Hal ini tergantung pada posisi korban berada.

1) LAngkah-langkah memberikan pertolongan, 

Langkah-langkah teknik masuk ke air dalam memberikan pertolongan sebagai berikut:

  • Meloncat dengan kaki dahulu (stride jump)
  • Lari kemudian masuk air (run and plunge dive)
  • Terjun dengan jangkauan jauh (long, shallow dive)
  • Cara mendekati korban (approach stroking)

2) Teknik-teknik membawa korban kecelakaan di air

Teknik dasr membawa korban kecelakan di air sebagai berikut:

  • Melakukan renang pertolongan dengan baik
  • Memegang lengan dari depan
  • Memegang lengan dari belakang
  • Memegang lengan korban dengan dua orang penolong.

4. Pernapasan Buatan

Beberapa cara memberikan pernapasan buatan, antara lain sebagai berikut:

a. Pernapasan dari mulut ke mulut

b. Pernapasan dari mulut melalui tube dengan masker muka

c. Pernapasan dengan menggunakan balon dan masker muka.

d. Pernapasan dengan menggunakan resuscitator manual atau otomatif

Komentar